Profil DEMA-F FUAD

DEMA FUAD

Kegiatan

kegiatan Mahasiswa/Mahasiswi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah

Berita LPM

Kumpulan Berita Sekitar Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah

Buletin AN-NAHL

Kumpulan Buletin AN-NAHL produksi KUPAS

Suara Mahasiswa

Suara Mahasiswa adalah wadah kumpulan aspirasi-aspirasi para mahasiswa/mahasiswi

Rabu, 02 September 2015

Star Wish..


Star Wish


Rintikan gerimis yang meluruh di permukaan bumi yang hingga saat ini masih kupijak menyambut sang purnama
Hingga saat gerimis mereda, purnama pun semakin bersinar dengan cahaya eloknya..
Aku ingin menjadi satu-satunya bintang yang selalu menemaninya..
Namun, terlalu banyak bintang yang ada di sekitar hatinya
Hingga aku mulai terlupakan..



Berjuta askara yang mengalun indah
Tak akan sanggup mewakilkan rasa rinduku untuknya..
Rasa rindu ini terlalu menghujam kejam!
Dalam seluruh ruang hati dan satiap sisi sanubariku..
Saat sempat aku melayang terbang dalam awang-awang
Hingga membuatku terjatuh tanpa sebab..


Andaikan Sang pencipta memberiku sebuah kesempatan
Sanggupkah sang bintang mengutarakan rasa rindunya yang begitu membelenggu sendu?
Masih bisakah bintang berkata untuk sang rembulan?
Sudah terlambatkah untukku mengungkapkan seluruh isi hatiku?
Bahwa kaulah orang yang ku sayangi..
Hingga cukup sudah
Hanya kau seorang..

Aku adalah aku dan Engkau adalah engkau

Aku adalah aku dan Engkau adalah engkau
Edisi IV
Oleh Abdul Manan
Dan tidak ada suatu binatang melatapun di muka  bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya.(Q.S. Hud : 6).

Description: Redaksi KuPaSDescription: Redaksi KuPaSSeringkali akibat kekurangan uang,  membuat kita berani  melakukan hal-hal yang di larang oleh agama maupun hukum. Dari berani mencuri, menipu, sampai tega menghilangkan nyawa seseorang.  Sungguh menyedihkan ! jika kita mengaku orang Islam padahal tidak sama sekali mencerminkan perbuatan orang yang beragam Islam. Berarti selama ini, kita hanya mengaku orang Islam tapi sesungguhnya keislaman kita tidak di akui ?. Kita mengaku bahwa Allah swt adalah Tuhan kita tapi apakah Allah swt telah mengakui bahwa kita adalah hamba-Nya ?. Kalau ya, kenapa kita kurang yakin bahwa Allah swt yang memberikan rezki. Sampai-sampai berani berbuat apa yang di larang oleh Allah swt ‘Azza wa Jalla. Na’uzubillah tsumma na’udzubillah !.

Burung gagak yang membawa roti
Diceritakan sebuah kisah tentang Ibrahim bin Adham – Semoga Allah merahmatinya. Pada suatu hari, dia pergi berburu, (di tengah –tengah perburuannya) ia beristirahat dan menghamparkan perbekalan untuk memakannya. Tiba-tiba datang seekor burung gagak mengambil roti dari perbekalan tersebut dengan paruhnya lalu terbang ke udara. Melihat hal itu, Ibrahim merasa penasaran lalu dia nmengendarai  kudanya dan mengejar burung gagak tersebut. Burung gagak tersebut naik ke atas gunung sehingga tak terlihat lagi oleh Ibrahim. Lalu dia menaiki gunung untuk mencarinya. Dari kejauhan, dia melihat burung tersebut lalu (perlahan-lahan) mendekatinya (untuk menangkapnya) tapi ternyata burung tersebut terbang lagi. Tiba-tiba Ibrahim melihat seorang laki-laki yang terikat, bersandar di gunung.  Ketika Ibrahim melihat  keadaan laki-laki tersebut, dia turun dari kudanya untuk melepaskan ikatannya lalu menanyakan tentang kejadian yang menimpanya dan bagaimana ceritanya bisa sampai seperti itu. Laki-laki  tersebut berkata : Aku adalah seorang pedagang. (Di tengah perjalanan) aku ditangkap oleh para penyamun dan semua harta benda yang ku bawa di ambil oleh mereka lalu  aku di pukuli, diikat, dan dileparkan ke tempat ini. Aku berada di sini sudah tujuh hari.  Setiap hari burung gagak tersebut datang membawa roti. Dia hinggap di dadaku sambil membagi-bagi roti tersebut dengan paruhnya lalu memasukkannya ke dalam mulutku. (Sungguh), Allah tidaklah membiarkanku kelaparan selama tujuh hari. (Setelah mendengar cerita dari laki-laki tersebut)  Ibrahim mengenderai kudanya dan membonceng laki-laki tersebut di belakangnya menuju tempat tinggalnya. (Lihat, Al-Mawa’idzu al-‘Ushfuriyyah, hal. 24).

Duhai saudara saya yang penyabar, jika hendak di luaskan rezkinya maka dekatilah orang yang maha pemberi rezki, jika ingin sukses di dunia maka hampirilah pemiliknya bukan penduduknya. Ketahuilah, Allah swt menetapkan segala sesuatu sudah mempunyai ukurannya dan waktunya, dan batasannya. Jika saat ini, hati kita sangat di gelisahkan oleh kekurangan uang maka bersabarlah karena waktu kegelisahan tersebut ada batasnya dan waktunya. Jika saat ini, hati kita sangat lapang karena banyak uang maka bersyukurlah, sebab tidak selamanya kelapangan tersebut bersama kita. Uang memang kita perlukan tapi bukan berarti karena uang kita jadi gelap mata hingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Uang bukan segalanya, bukan pula penentu hidup dan mati kita. Uang bukan satu-satunya yang membuat kita bahagia dan sukses. Uang juga bukan satu-satunya yang bisa menghentikan langkah kita  menuju hari nan indah dan cerah. Oleh karena itu katakanlah kepada uang dengan suara yang lantang : “Aku memang memerlukanmu tapi bukan berarti kau bisa memperbudakku. Aku memang mencarimu tapi bukan berarti kau boleh mempermainkanku”. Siang dan malam aku memikirkanmu tapi bukan berarti engkau bisa mengendalikan hidupku”. Aku adalah aku. Engkau adalah engkau.






Senin, 31 Agustus 2015

Kita Pasti Memiliki Cinta..



Kita pasti memiliki cinta, entah yang sekarang mungkin berada di samping kita atau mungkin yang sekarang sedang jauh disana, bahkan beberapa bernasib sama sepertiku yang cintanya tak dapat bersama. Ada beberapa diantara kalian, yang pernah mencintai lalu kehilangan dan kini bersama orang lain tapi cinta itu tidak pernah hilang. Cinta itu tetap ada, tersimpan jauh di dalam hati, terkubur diam, karena kamu yakin jika kamu mengatakannya pun tidak akan merubah apa-apa. Cintamu tidak akan pernah kembali.


Begitulah dengan aku, aku menyimpan cinta untuk seseorang, ku simpan jauh di dalam hati ku dan ku biarkan terkubur dalam diam. Ada yang bilang cara terbaik mencintai orang yang tidak dapat kamu miliki adalah mencintainya dalam diam, dan itu mungkin benar, dan memang benar, dan memang satu-satunya hal yang dapat aku lakukan. Karena aku sadar, apapun yang aku lakukan tidak akan mengembalikan dia ke sisiku.

Hari-hariku memang terus berlalu, aku menjalaninya dan menikmatinya. Detik demi detiknya aku bersyukur karena Tuhan memberiku nafas dan kesempatan untuk berbuat baik pada orang lain. Kesempatan untuk mencintai lagi, atau dapatkah ku sebut kesempatan untuk dicintai lagi, dan menjalin hubungan lagi? Tapi kalian bisa bilang aku egois dan jahat jika ku katakan, setiap paginya aku bangun dan berharap bahwa dia yang sekarang bersamaku adalah dia yang aku cintai. Sayangnya, hal itu tidak pernah terjadi. Setiap hari aku hanya menjalani hari-hariku, seseorang pernah bilang kekosongan dalam hidup terjadi saat kamu menjalaninya dan hanya menjalaninya. Menjalani takdir.

Tapi mencintai dalam diam tidaklah seburuk itu, setidaknya jika kita percaya adanya Tuhan maka kita percaya bahwa Tuhan telah menakdirkan kita bahagia dengan jalannya masing-masing. Kita hanya harus berdoa.

Mendoakan adalah cara terbaik menyampaikan kerinduan pada seseorang. Benar, mencintai tidak selamanya bersama meskipun Tuhan yang sematkan rasa cinta, tapi Tuhan ingin kita membagi kasih sayang kita dengan cara yang berbeda, dengan cara yang Tuhan suka, yakni mendoakan. Karena kita selalu dapat memeluk orang yang kita cintai dengan doa.

Kunci Hidup Sukses



Kunci Hidup Sukses
Edisi III
Oleh Surya Noor

"Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu..." (Q. S Ali Imran (3) : 160)

Bagaimana kita memahami pengertian hidup sukses? Dari mana harus memulainya ketika kita ingin hidup sukses? Tampaknya tidak terlalu salah bila ada orang yang telah berhasil menempuh jenjang pendidikan tinggi, bahkan lulusan luar negeri, lalu menganggap dirinya orang sukses. Mungkin juga seseorang yang gagal dalam menempuh jalur pendidikan formal belasan tahun lalu, tetapi saat ini berani menepuk dada karena yakin bahwa dirinya telah mencapai sukses. Karena, ia telah memilih dunia wirausaha, lalu berusaha keras tanpa mengenal lelah, sehingga mewujudlah segala buah jerih payahnya itu dalam belasan perusahaan besar yang menguntungkan. Seorang kiai atau mubaligh juga berusaha mensyukuri kesuksesan hidupnya ketika jutaan umat telah menjadi jamaahnya yang setia dan telah menjadikannya sebagai panutan, sementara pesantrennya selalu dipenuh sesaki ribuan santri.

Pendek kata, adalah hak setiap orang untuk menentukan sendiri dari sudut pandang mana ia melihat kesuksesan hidup. Akan tetapi, dari sudut pandang manakah seyogyanya seorang muslim dapat menilik dirinya sebagai orang yang telah meraih hidup sukses dalam urusan dunianya?

Membangun Fondasi
Kalau kita hendak membangun rumah, maka yang perlu terlebih dahulu dibuat dan diperkokoh adalah fondasinya. Karena, fondasi yang tidak kuat sudah dapat dipastikan akan membuat bangunan cepat ambruk kendati dinding dan atapnya dibuat sekuat dan sebagus apapun. Sering terjadi menimpa sebuah perusahaan, misalnya yang asalnya memiliki kinerja yang baik, sehingga maju pesat, tetapi ternyata ditengah jalan rontok. Padahal, perusahaan tersebut tinggal satu dua langkah lagi menjelang sukses. Mengapa bisa demikian? ternyata faktor penyebabnya adalah karena didalamnya merajalela ketidakjujuran, penipuan, intrik dan aneka kezhaliman lainnya. 

Lalu apa yang harus kita lakukan untuk merintis sesuatu secara baik? Alangkah indah dan mengesankan kalau kita meyakini satu hal, bahwa tiada kesuksesan yang sesungguhnya, kecuali kalau Allah Azza wa Jalla menolong segala urusan kita. Dengan kata lain apabila kita merindukan dapat meraih tangga kesuksesan, maka segala aspek yang berkaitan dengan dimensi sukses itu sendiri harus disandarkan pada satu prinsip, yakni sukses dengan dan karena pertolongan-Nya. Inilah yang dimaksud dengan fondasi yang tidak bisa tidak harus diperkokoh sebelum kita membangun dan menegakkan menara gading kesuksesan.

Sunnatullah dan Inayatullah
Terjadinya seseorang bisa mencapai sukses atau terhindar dari sesuatu yang tidak diharapkannya, ternyata amat bergantung pada dua hal yakni sunnatullah dan inayatullah. Sunatullah artinya sunnah-sunnah Allah yang mewujud berupa hukum alam yang terjadinya memerlukan proses sebab akibat, sehingga membuka peluang bagi perekayasaan oleh perbuatan manusia. Seorang mahasiswa ingin menyelesaikan studinya tepat waktu dan dengan predikat memuaskan. Keinginan itu bisa tercapai apabila ia bertekad untuk bersungguh-sungguh dalam belajarnya, mempersiapkan fisik dan pikirannya dengan sebaik-baiknya, lalu meningkatkan kuantitas dan kualitas belajarnya sedemikian rupa, sehingga melebihi kadar dan cara belajar yang dilakukan rekan-rekannya. Dalam konteks sunnatullah, sangat mungkin ia bisa meraih apa yang dicita-citakannya itu.

Contoh lain bertolak belakang dengan itu, ada bus yang terjatuh ke jurang dan menewaskan seluruh penumpangnya, tetapi seorang bayi selamat tanpa sedikitpun terluka. Seorang anak kecil yang terjatuh dari gedung lantai ketujuh ternyata tidak apa-apa, padahal secara logika terjatuh dari lantai dua saja ia bisa tewas. Sebaliknya, mahasiswa yang telah bersungguh-sungguh berikhtiar tadi, bisa saja gagal total hanya karena Allah menakdirkan ia sakit parah menjelang masa ujian akhir studinya, misalnya. Segala yang mustahil menurut akal manusia sama sekali tidak ada yang mustahil bila inayatullah atau pertolongan Allah telah turun.

Rekayasa Diri
Kalau kita menginginkan hidup sukses di dunia, maka janganlah hanya menyibukkan diri dengan ikhtiar dhahir semata, tetapi juga rekayasalah diri kita supaya menjadi orang yang layak ditolong oleh Allah dengan juga melakukan ikhtiar bathin. Ikhtiar dhahir akan menghadapkan kita pada dua pilihan, yakni tercapainya apa yang kita dambakan - karena faktor sunnatullah tadi - namun juga tidak mustahil akan berujung pada kegagalan kalau Allah menghendaki lain.

Lain halnya kalau ikhtiar dhahir itu diseiringkan dengan ikhtiar bathin. Mengawalinya dengan dasar niat yang benar dan ikhlas semata mata demi ibadah kepada Allah. Berikhtiar dengan cara yang benar, kesungguhan yang tinggi, ilmu yang tepat sesuai yang diperlukan, jujur, lurus, tidak suka menganiaya orang lain dan tidak mudah berputus asa. Senantiasa menggantungkan harap hanya kepada Nya semata, seraya menepis sama sekali dari berharap kepada makhluk. Memohon dengan segenap hati kepada Nya agar bisa sekiranya apa-apa yang tengah diikhtiarkan itu bisa membawa maslahat bagi dirinya mapun bagi orang lain, kiranya Dia berkenan menolong memudahkan segala urusan kita. Dan tidak lupa menyerahkan sepenuhnya segala hasil akhir kepada Dia Dzat Maha Penentu segala kejadian. Bila Allah sudah menolong, maka siapa yang bisa menghalangi pertolongan-Nya? Walaupun bergabung jin dan manusia untuk menghalangi pertolongan yang diturunkan Allah atas seorang hamba Nya sekali-kali tidak akan pernah terhalang karena Dia memang berkewajiban menolong hamba-hambaNya yang beriman.

"Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu Jika Allah membiarkan kamu (tidak memberikan pertolongan) maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal" (QS Ali Imran (3) : 160).