Profil DEMA-F FUAD

DEMA FUAD

Kegiatan

kegiatan Mahasiswa/Mahasiswi Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah

Berita LPM

Kumpulan Berita Sekitar Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah

Buletin AN-NAHL

Kumpulan Buletin AN-NAHL produksi KUPAS

Suara Mahasiswa

Suara Mahasiswa adalah wadah kumpulan aspirasi-aspirasi para mahasiswa/mahasiswi

Minggu, 10 Mei 2015

Bosen Nunguin Dosen? Lakukan Ini




Dear Bloggiee....
Aaaaaaaaaaaaa holaaaaaaa semuaaaa.... Oke, karena tanggal udah menunjukan muka-muka anak kuliahan yang ngerasa liburannya kurang lama, itu berarti menunjukan tanggal-tanggal perkuliahan baru dimulai. Jadi topiknya kali ini tentang kuliah.

Minggu-minggu pertama kuliah, menyenangkan sih, tapi kadang menjengkelakan juga ya, karena pasti kena PHP sama dosen-dosen. Ngaku hayo... Some of my friend bilang, buang-buang ongkos nih ke kampus, kena PHP dosen mulu. Hahaha... Ada benernya juga sih...


  Makanya kali ini, mau bahas, apa aja yang bisa kita lakukan selama di PHPin dosen, selama nungguin dosen, selama di kampus tapi entah kuliah entah nggak. Pokoknya hal-hal yang bikin kamu nggak bete diem di kampus... Chekidoottttttt...

1. Rumpi Alias Ngobrol Alias Rame-ramean Bareng Temen-temen
Ini adalah kegiatan yang paling wajar buat ngebuang waktu percuma kita selama nungguin dosen masuk kelas. Selama kena PHP dosen, kita bisa ngerumpi ngobrol kesana kesini bareng temen-temen. Kalo temen di sebelahmu agak keki, its Ok kok buat memulai pembicaraan. Karena yakin deh, semua orang pasti bosen juga diem nggak ngapa-ngapain. Kalau menurutmu ngobrol adalah hal yang nggak berguna, kalian bisa ngobrolin sesuatu yang berguna kok, misalnya ngomongin pelajaran, tukar pikiran, berbagi pendapat, informasi dan lain-lain.

2. Baca Buku
Nah, salah satu alasan kemanapun harus bawa buku, ya ini. Kalo lagi boring banget kena PHP dosen, buku bisa jadi penyelamat yang kita butuhin banget. Semacam power ranger kalo lagi ada monster gitu... Baca buku bisa ngebunuh waktu, sekalian nambah wawasan. Kan buku jendela dunia. Kalo nggak bawa buku ya tinggal ke perpustakaan, nitip ama temen "kalo ada dosen SMS ya" ya gitu deh... Mahasiswa kan? Pasti ngerti lah...

3. Dengerin Musik dan Nyanyi Nggak Jelas
Kegiatan ini bisa di lakuin sendirian bisa juga ngajakin temen joinan. Musik never die, selalu bisa merubah mood dan menenangkan. Itulah kenapa kita butuh musik bray... dan wajib kemana-mana bawa headset atau earphone.

4. Selfie
Nggak bisa dipungkirin yaa jaman ini tu jamannya selfie... Selfie bareng temen-temen sekelas kayanya sih seru. Bisa ngebunuh waktu, becanda-becandaan, dan nambahin koleksi foto.

5. Tidur
Bagi mahasiswa kalongerz, tidur menjadi kegiatan favorite dikala kena PHP dosen. PHP kadang not bad lah karena bisa jadi waktu tidur kalongerz-kalongerz sejati.

Oke, itu tadi beberapa hal yang bisa kalian lakukan kalo kena PHP dosen, kalo lagi nungguin dosen yang nggak dateng-dateng, yang lagi nelpon dosen dan dosennya bilang "Memang saya ada jam ngajar ya hari ini? wah saya nggak tau tuh.". Selamat mencoba dan semoga berhasil...

Bukan Cerita Biasa



Cinta itu ibarat perang, berawalan dengan mudah namun sulit di akhiri.

                Suatu hari,  bermula  dari pertemuan-pertemuan yang menyenangkan di kampus.  Kebiasaan-kebiasaan ramah,  saling bertatap wajah bercanda gurau habiskan masa-masa penuh suka,  penuh gembira. Hingga akhirnya tercipta sebuah rasa yang dinamakan cinta. 

Tak terasa masa-masa dikampus akan berakhir didepan mata. Masa muda yang penuh cita siap menantang dunia berupaya mengubah jalan cerita dihidupnya. Kemudian ada cinta yang merangkul rasa menemani ceria yang sebentar lagi akan berbalut luka karena akan berpisah selamanya.

Rara dan Saputra,  selalu bersama.  Alasan apapun tak pernah membuat mereka berpisah.  Tak pula hanya sahabat saja, melainkan sejoli yang tangguh dan kokoh dalam cintanya. Meski Saputra tahu Rara tak bisa bertahan hidup lebih lama darinya. Hal itu tak membuatnya goyah ataupun menyerah untuk mencintai kekasihnya. Hanya saja, Saputra tak kuasa menahan air matanya manakala Rara memintanya untuk pergi dan mencari pengganti dirinya yang tak sampai satu bulan lagi menikmati dunia.

Gazebo, tepat didepan ruang kelas akan jadi saksi cinta mereka yang setia. Tempat favorit yang sering mereka kunjungi untuk mendengarkan lagu kesukaan bersama, belajar bersama, menikmati indahnya suasana kampus, tempat yang penuh akan kenangan manis mereka. Itu semua akan jadi kenangan yang kemudian akan segera pudar sebagaimana tinta hitam yang melekat pada kertas putih kemudian terkena air lalu memudar dan akhirnya menghilang.

Ada pula cinta yang coba memaksa, datang menghantui Saputra, memburamkan pandangannya agar Rara menghilang dari hatinya. Lantas cinta itu tak kuat merasuk ke hatinya hingga hilang dan berlalu begitu saja. Rara lah pemilik hati Saputra seutuhnya. Hingga tak ada celah yang tersisa.
Tak sedikit air mata Saputra yang tertumpah untuk Rara, manakala melihat tempat yang
sering mereka lalui berdua hanya akan jadi kenangan.

Tak kalah hebat cinta Rara untuk Saputra, mengorbankan rasa menjadi hal yang sangat biasa untuknya. Berpura-pura lupa telah mencinta, menyiksa hatinya demi kebohongan belaka. Hingga Saputra tidak akan merasakan luka dihatinya. Meski ceroboh tapi Rara melakukan yang terbaik untuk kekasihnya.

Tak terasa sampai pada waktu dimana satu bulan kebersamaan mereka hanya tersisa satu jam saja.

Tak banyak yang bisa dipersembahkan Saputra untuk Rara yang waktunya hanya tersisa satu jam saja. Kemudian handphone Saputra berdering. Tak lama membuka handphone, air matanya bercucuran di pipi. waktu anda tersisa 1 jam” Begitulah yang tertulis pada catatan handphonenya. Pantas air matanya Saputra berderai.

“Kenapa Saputra menangis.” Tanya Rara..
“Aku hanya bahagia pernah berdampingan denganmu. Air mata ini sepertinya tulus keluar dari mataku,” Saputra hanya tersenyum agar Rara tak mengkhawatirkan perasaannya.
“Meski itu bohong tapi aku bahagia mendengar ucapanmu,” Tepisnya ragu perasaan Saputra. Saputra hanya tersenyum. Kemudian bergerak, jalan menuju Rara.

“Hanya ada satu jam waktuku bersamamu, lalu apa yang kamu inginkan dariku? Apa aku harus melompat dari gedung tertinggi itu,” Ucap Saputra menunjuk gedung paling tinggi ditempat mereka berada, “Atau kamu mau aku menunggumu kembali?” lanjut Saputra.

Air mata tulus mulai meleleh dari mata Rara. “Sudah saatnya cintamu diperbaharui! Hari ini kurasa cintamu sudah sampai dibatas akhir.” Ucap Rara. “Kalaupun ku dapatkan kesempatan itu. Aku hanya ingin memperbaharui cintaku dengan orang yang sama bukan dengan yang baru.” Tegas Saputra.”

                “Bagaimana jika orang yang sama itu tiba-tiba menghilang?” Tanya Rara. “Aku akan menunggunya kembali!!! Kapanpun aku menemukannya, aku akan mencintainya lagi. Seperti ini, iya benar-benar seperti ini.”Jawab Saputra.

Rara menangis tanpa suara, melangkah tak bernada, kemudian bergerak, berdiri tepat membelakangi lelaki yang di cintainya.
“Waktumu hanya tersisa setengah jam. Lalu apa yang kamu inginkan dariku?”
“Gendong aku kemanapun kamu mau, kemudian bila aku diam, jangan pernah menoleh kebelakang. Jangan pernah berbalik melihatku, biarkan aku menghilang.”

“Sekali lagi aku mohon, saat aku tiada jangan pernah berbalik untuk mencariku, biarkan saja aku menghilang. Kumohon biarkan aku jadi bagian terindah dimasa lalumu. Biarkan aku tergantikan oleh orang lain.” Lanjut Rara terbata-bata dengan air mata yang membasahi pipinya.

“Bagaimana ku bisa lakukan itu? Sementara sebentar saja aku tak melihatmu, aku berlari mencarimu. Mungkinkah aku bisa membiarkanmu pergi untuk selamanya? Aku tak akan menemukanmu lagi meski aku berlari lebih cepat dari biasanya.” 

“Sebelum bertemu denganmu, aku hanya punya lem dan benang ditepian hatiku. Kemudian kamu datang merajut hatiku dengan benang itu, dan kamu kuatkan rajutan itu dengan lemnya. Lantas, bagaimana ia akan terbuka lagi?” lanjut Saputra dengan air mata yang perlahan menetes.
“Biarkan sampai ia mengeras, tak lama ia akan pecah. Kemudian ada celah yang terbuka disana. Perlahan benangnya akan putus karna rapuh. Lalu ia sepenuhnya akan terbuka.”
“Tidak….! Jika benangnya putus dan hatiku terbuka, aku akan merajutnya kembali, meski itu menyakitkan. Tapi aku akan melakukannya.”

“Biarkan saja ia terbuka.” Suara Rara mulai letih, matanya terpejam. Tak lama badannya mulai memberat.
Akhirnya, cinta mereka berhenti pada masa yang berbahagia. Dimana mereka saling tau apa yang dirasa, meski air mata yang jadi saksinya. Cukup yang dicinta tau apa yang di rasa, itu sudah cukup untuk bahagia.